Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2016

Ini Alasan Mengapa Dubai Ramai Dikunjungi Turis



Dubai kini menjadi kota yang begitu modern. Berbagai gedung pencakar langit ada di sini. Tak heran jika orang-orang berbondong-bondong mengunjungi tempat ini untuk mengisi waktu liburan. Apa saja yang ditawarkan kota megah ini? Berikut ini adalah alasan mengapa Dubai menjadi tujuan wisata banyak orang:
1. Burj Khalifa
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Dubai memiliki banyak gedung pencakar langit dan yang paling terkenal adalah Burj Khalifa, yaitu bangunan tertinggi di dunia. Tidak ada yang tidak penasaran dengan bangunanan pencakar langit ini, sehingga orang-orang berlomba mengunjunginya.
2. Gurun
Selain bangunan pencakar langit, Dubai juga menawarkan pemandangan gurun yang indah. Tak sulit menemukan pasir-pasir dan ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Perkemahan Desert Safari di Dubai, Uni Emirat Arab.


3. Tempat belanja
Dubai juga merupakan salah satu tempat bagi para penggila belanja. Berbagai barang yang kita butuhkan ada di sini, mulai dari pakaian, emas, rempah-rempah, dan lainnya. Jika berlibur ke sini, tidak perlu bingung dengan ole-ole yang akan dibawa pulang!
4. Negara yang mengejutkan
Mungkin sebagian orang akan beranggapan bahwa Dubai membatasi diri dengan pendatang karena Dubai dikenal berada dalam Negara Muslim. Namun, ketika pergi ke sini, kita akan kaget karena Dubai sangat terbuka dengan semua pendatang dari mana pun.
5. Pantai yang indah
Tidak kalah dengan Negara lain yang memiliki pantai indah, seperti Eropa dan Meksiko, Dubai juga memiliki banyak pantai yang begitu membuat kita tercengang karena kecantikannya.

Pantai Dubai.


6. Festival belanja
Dubai memiliki festival belanja tahunan. Kita dapat menemukan banyak merk atau brand dari produk-produk yang kita inginkan di sini. Tidak hanya itu, Dubai juga memiliki mall terbesar di dunia.
Kini, kita sudah tahu alasan mengapa Dubai menjadi tujuan wisata banyak orang. Apakah Anda juga ingin mengunjunginya?

Tips Wisata ke Dubai

Wisata ke Dubai memiliki banyak pilihan, dari mulai wisata belanja, taman bermain, hingga sekadar menikmati hotel dan resortnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan sebelum ke Dubai.

1. Riset

Riset pertama yang harus dilakukan adalah mencari festival apa yang sedang berlangsung pada tanggal kedatangan. Festival-festival ini bisa sangat membantu. Bulan Januari misalnya ada Whole Sale Festival yang menawarkan beragam diskon. Lalu di bulan Mei ada Summer Surprise Festival.

"Bulan ini cuaca di Dubai memang panas (40 derajat), tapi harga murah, lagi pula kami adakan semua aktivitas indoor dalam festival," kata Shahab.


Sementara menjelang akhir tahun (Oktober-Desember) ada beragam festival terselenggara dari Dubai Motor Festival yang menampilkan mobil-mobil mewah dan antik hingga Dubai International Film Festival yang menampilkan berbagai film dari seluruh dunia.

"Acara ini juga jadi ajang talent muda dan sutradara muda unjuk kebolehan lewat film-filmnya," terang Shahab.

Belum lagi ada Food Festival, Emirates Airlines Festival Literature, hingga berbagai festival lokal.

Riset kedua yang harus dilakukan adalah rencana perjalanan. Tentukan destinasi dan aktivitas apa yang ingin dilakukan di Dubai, agar waktu tidak terbuang percuma mempertimbangkan kemana harus pergi.

Jika tak punya waktu, bisa menggunakan tawaran rencana perjalanan dari Dubai Tourism. "Kami punya itinerary untuk satu hari hingga 7 hari, semua bisa disesuikan dengan keinginan pelanggan," kata Shahab.

2. Lakukan Visa Online

Membuat visa ke Dubai bisa dilakukan secara online. Pengunjung cukup mengunggah syarat-syarat yang diminta beserta foto berlatar putih. Durasi pembuatanya bisa sampai 30 hari. Untuk informasi lebih bisa lihat di dubaivisa.netz.


3. Perlu Sewa Kendaraan

Dubai adalah kota dengan jalur metro terpanjang dan terbesar di dunia. Hampir semua destinasi di Dubai dapat dijangkau dengan metro. Jika ingin menggunakan taksi juga bisa, tak perlu takut tertipu.

Shahab menjamin tak ada istilah harga lokal dan harga internasional. "Semua diperlakukan sama dapat harga sama," terangnya.

4. Pahami Budayanya

Pada dasarnya pakaian tak jadi masalah di Dubai asal sesuai pada tempatnya. Bikini tetap dapat digunakan di pantai. "Asal tak pakai bikini ke mal tak masalah," canda Shahab.

Bahasa Inggris sudah jadi bahasa keseharian di sana, maka komunikasi bisa lebih mudah. Shahab juga sempat menyebut sebaiknya hindari bicara soal politik. Ini bisa cukup sensitif.

5. Pahami Hak Anda

'Know Your Right' adalah program dan tim yang disiapkan Dubai Tourism untuk membantu pelanggan jika merasa tertipu. Jika ada wisatawan mengalami kecopetan atau mendapat harga tidak wajar di mal, mereka dapat menghubungi pihak 'Know Your Right' untuk ditindaklanjuti.


Namun beda cerita bila belanja di pasar jalanan (street market). Harga di sana bisa ditawar, bahkan Shahab menegaskan harus menawar. Dubai sendiri masuk dalam 20 negara paling aman di dunia.

Jadi ia meyakinkan agar tak begitu takut soal keamanan bahkan jika datang sendiri sebagai wanita.

6. Nikmati Dunia Malamnya

Meski bagian dari Uni Emirat Arab (UEA), 85 persen perputaran uang di Dubai ada di dunia malam. Bahkan setiap hari Selasa di Dubai ada Ladies Night Out.

7. Sasar Keluarga

Dubai tidak cocok untuk wisata jenis backpack. Secara harga maupun akses Dubai memberi kualitas standar internasional. Jika pun ingin backpacking, Shahab memberi pilihan menginap di hotel bintang dua dan tiga serta makan dari stan pinggir jalan. Tapi untuk aktivitas lainnya biayanya tetap besar.

"Wisata ke Dubai bukan untuk backpack, kami lebih menyasar keluarga," jelas Shahab.

Dubai adalah satu dari tujuh kota di Uni Emirat Arab (UEA). Sejauh ini penerbangan langsung Indonesia ke Dubai baru ada dari Bali, menggunakan Emirates.

Ikuti Tips Ini Sebelum Terbang

Saat ingin pergi jauh, terbang salah satu alternatif terbaik yang dapat digunakan. Tapi kesalahan-kesalahan kecil di bandara bisa saja merusak liburan Anda, bahkan membatalkannya.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diharapkan, berikut tips yang dapat dilakukan saat di bandara.

Cetak Tiket 

Jika membeli tiket secara online, pastikan untuk mencetaknya. Tak perlu di kertas baru yang rapih, gunakan saja kertas bekas, yang penting nama dan barcode terbaca jelas.

Menunjukkan tiket di handphone untuk melewati pemeriksaan masuk terminal dan mendapatkan boarding pass terdengar praktis, tapi siapa yang bisa menjamin handphone Anda tetap hidup dan tersambung dengan internet?

Datang Minimal 2 Jam Lebih Awal

Perlengkapan yang sudah Anda kemas berjam-jam di rumah bisa saja harus dibongkar kembali setelah melewati mesin pemindai. Belum lagi jika harus wrapping dan antre boarding pass.

Gunakan Batas Bagasi Anda

Setiap maskapai memiliki jatah bagasi berbeda, ketahui berapa batas bagasi Anda dan manfaatkan ini untuk memberi ruang lebih di tempat duduk Anda. Penerbangan jauh butuh ruang kaki yang luas. Pisahkan saja dompet dan handphone Anda dari tas.

Tempelkan Stiker "Fragile"

Sebelum tas Anda berjalan masuk ke bagasi, mintalah tempelkan stiker "fragile" pada barang Anda, agar diletakkan paling atas dan keluar pertama saat pengambilan nanti.

Bawa Jaket

Kita tidak bisa mengatur suhu pendingin ruangannya. Jikapun tidak digunakan dapat menjadi bantal, atau mengisi ruang kosong antara pinggang dengan kursi, agar tidak pegal.

Terserang Diare Saat "Traveling"? Hindari 7 Makanan Ini

Terserang diare saat dalam perjalanan tentu menyebalkan. Harus hati-hati memilih makanan agar diare tidak semakin parah. Namun, inilah salah satu penyakit yang sering terjadi saat traveling.
Diare sering dianggap sepele. Padahal, diare bisa berdampak fatal bila penderitanya mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan tubuh.
Itu sebabnya, kita harus mengambil langkah cepat dalam mengobati diare. Minum oralit dan minum air putih lebih banyak sangat disarankan. Selain itu, perhatikan beberapa makanan yang harus dihindari saat diare.
1. Gorengan.
Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak tinggi. Makanan dengan kandungan lemak tinggi merupakan salah satu pemicu diare, termasuk makanan yang dikonsumsi bersama krim dan mentega.
Daging berlemak juga merupakan makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat diare. Lebih baik pilih makanan yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar saja selama sedang diare.

2. Jeruk.

Buah jeruk merupakan salah satu buah yang kaya serat, sehingga tidak cocok dikonsumsi penderita diare.
Selain itu, jeruk dan berbagai jenis buah sitrus lainnya juga bisa menimbulkan sakit perut atau mual pada sebagian orang yang terkena gangguan pencernaan.
3. Makanan berserat.
Saat kena diare dan gangguan pencernaan lainnya, biji-bijian, buah, dan sayur yang dikenal kaya serat harus dihindari karena menyebabkan kembung.
Jika kita tetap memakannya, maka kondisi sistem pencernaan akan semakin buruk. Setelah diare reda, baru tingkatkan kembali konsumsi makanan berserat secara bertahap.
4. Susu dan produk olahannya.
Susu dan produk olahannya juga sebaiknya tidak dikonsumsi selama terserang diare dan gangguan pencernaan lainnya, terutama penderita intoleransi laktosa.
Diare dapat semakin parah karena tubuh kehilangan enzim laktase yang seharusnya berfungsi mencerna laktosa. Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan suplemen untuk mengganti enzim laktase yang hilang.
5. Makanan pedas.
Ketika terserang diare, pastikan juga kita menghindari makanan pedas. Cabai mengandung capsaicin yang dapat memicu rasa panas dalam perut. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa mulas pada orang yang tengah mengalami gangguan pencernaan.
6. Pemanis buatan.
Pada beberapa orang, pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, dan xylitol dapat memiliki efek laksatif bagi pencernaannya, yaitu menyebabkan sensasi ingin buang air besar.
Makanya ketika kita sedang mengalami diare, sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.
7. Peppermint.
Daun yang menimbulkan efek dingin ini memang sepertinya cocok untuk meredakan panas pada lambung.
Sayangnya, anggapan itu justru salah. Peppermint justru bisa menyebabkan refluks asam dan mulas.
Begitu juga halnya dengan cokelat dan kopi. Keduanya juga memiliki pengaruh seperti peppermint jika dikonsumsi pada saat diare, atau mengalami gangguan pencernaan.

Jangan Takut "Snorkeling" Walau Tidak Bisa Berenang



Sensasi snorkeling memang wajib dicoba bagi para pecinta pantai. Tetapi bagaimana kalau tidak bisa berenang? 

Keraguan bisa saja muncul antara ingin menikmati pesona bawah laut dengan ketakutan karena tidak bisa berenang. Tenang saja, asal bisa mengikut langkah-langkah ini, kita bisa snorkeling tanpa harus bisa berenang.
Latihan di kolam renang
Jika semasa berwisata kita tinggal di hotel, gunakan kolam renang hotel untuk latihan mengapung dan praktek pernafasan. Caranya adalah gunakan masker pelindung mata, alat snorkel, dan fins terlebih dahulu, lalu posisikan diri dengan berdiri di dalam air sebatas pinggang. 

Mulailah membungkuk perlahan dan bernafas dengan normal. Untuk latihan mengapung, berdirilah di kolam yang lebih dangkal, sehingga tangan dapat menopang tubuh sebelum mengapung. Setelah mendapatkan posisi nyaman, lepaskan tangan perlahan-lahan dari dasar kolam.
Gunakan alat snorkel, masker, dan fins dengan benar
Periksa peralatan snorkeling sebelum masuk ke dalam air. Lebih baik menguncir rambut jika rambut kita panjang dan menggunakan pakaian renang yang tidak akan mengganggu kenyamanan selama snorkeling. 
Pasang masker dengan erat dan rapat. Gunakan jaket pelampung, agar kita merasa lebih aman.
Biasakan diri
Ketika mulai masuk ke air, biasakan diri dengan bernafas di air laut yang bergelombang. Biasakan diri dengan arus air laut, sebaiknya jangan melawan arus. 

Buat diri kita merasa senyaman mungkin terlebih dahulu, sebelum mulai menikmati pemandangan bawah laut.
Snorkeling bersama
Sebaiknya kita tidak berada terlalu jauh dengan lainnya. Ajak teman atau keluarga yang sudah sering melakoni kegiatan ini, agar kita dapat tetap bertanya dan dibantu olehnya saat snorkeling. 

Misalnya jika kaki kita tiba-tiba kram, langsung beritahukan teman atau pemandu yang berada di sekitar kita.
Jangan panik
Ingatlah bahwa snorkeling adalah kegiatan menyelam dangkal, sehingga jangan panik jika terjadi sesuatu.  Asal kita mengikuti petunjuk dan tetap tenang, snorkeling akan tetap aman dan menyenangkan.

Asyiknya Melancong ke Karimunjawa


Pulau Tengah
Karimunjawa termasuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang melindungi ekosistem bawah lautnya yang kaya akan terumbu karang dan biota laut. Karimunjawa juga memiliki pantai dengan pasir putih, air laut yang biru jernih, dan lingkungan yang masih alami.

Ceritanya dalam rangka memanfaatkan waktu selama mengerjakan skripsi, sekaligus refreshing, saya dan teman-teman kampus melakukan Trip ke Pulau Karimunjawa. Di sana merupakan salah satu pantai dan kepulauan paling indah di Pulau Jawa. Lagi pula ini juga kali pertama saya pergi ke Karimunjawa.

Karimunjawa termasuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang melindungi ekosistem bawah lautnya yang kaya akan terumbu karang dan biota laut. Karimunjawa juga memiliki pantai dengan pasir putih, air laut yang biru jernih, dan lingkungan yang masih alami.

Sepuluh orang berangkat dengan Bus PO Nusantara di Sukasari, Saya sendiri, Agus, Iman, Wenes, Cintya, Poter, Role dan pacarnya, Adit, dan Valen. Fasilitas Bus terdapat AC, toilet, TV, sandaran kaki, bantal, selimut, dan makan malam di Panurukan Jam 21.30.

Perjalanan Bogor-Jepara selama 13 jam, Bus berangkat jam 15.30, namun bus tidak langsung masuk tol karena pake acara jemput penumpang dulu di Kedung Halang, terus macet-macetan di Cibinong dan baru masuk tol di Cibubur. Di sepanjang jalan saya ngelawak dan bercanda bersama teman-teman, sempat terkena macet setelah keluar Tol Cikampek, Pantura, akhirnya supir bus lewat jalan tikus.

Saya memperhatikan cara membawa bus pak supir, gilak lihai sekali jalan-jalan kecil berliku dibawa kencang sama dia, dan tidak terasa ngebut. Padahal kalau kita lihat dengan seksama temponya cepat sekali, terbukti teman-teman saya tetap tertidur lelap dengan nyaman. Memang perjalanan malam seperti ini perlu dimanfaatkan untuk istirahat, mengingat esok beberapa hari ke depan aktivitasnya akan banyak menguras energi.

Matahari pagi sudah menampakkan dirinya. Saya terbangun di kawasan yang banyak jualan kayu ukiran di pinggir jalan. Sudah pasti ini di Jepara, kota yang terkenal akan hasil ukiran2 kayu jatinya. Sesampainya bus di Jepara, tepatnya Pom Bensin, kami harus menyambung lagi dengan naik angkot berwarna coklat ke Pelabuhan Kartini dengan biaya Rp 2.000.

Kami naik semua di angkot itu dan hasilnya penuh. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk cuci muka dan gosok gigi di toilet Pom Bensin biar tidak kucel. Jadwal Kapal Ferry menyeberang ke Karimunjawa yang kami mau ambil adalah jam 07.00 WIB.

Kami memilih Kapal Ferry KMP Muria karena paling irit, seharga Rp 28.500, maklum mahasiswa. Kapal ini dapat mengangkut orang, kendaraan, dan barang-barang logistik. Kondisi Kapal KMP Muria cukup baik, terdapat area duduk di ruang VIP dan ekonomi, serta deck di atas kapal.

Berhubung penuh banget kapalnya karena lagi musim liburan, kami memutuskan untuk duduk di deck atas kapal. Namun, jika kamu mau duduk di sana, perlu dipersiapkan payung atau penutup kepala karena pada siang hari akan panas sekali, serta perjalanannya cukup membuat matang kulit dan kepala. Total 6 jam perjalanan di tengah hari bolong.

Sekadar tips untuk traveler, kamu perlu mencari tahu jadwal keberangkatan Kapal KMP Muria Jepara-Karimunjawa agar waktu perjalanan efisien. Jangan lupa membeli bekal makanan & minuman sebelumnya. Bagi yang mabok seperti saya, harap membawa minyak angin dan minum antimo.

Trip kami menggunakan jasa tour paket Roemah Emak. Harga paket perorang untuk 4 hari 3 malam adalah sebesar Rp 400.000. Paket ini termasuk akomodasi 3 malam, makan 4x, tour keliling pulau 2 hari, dan alat snorkeking untuk 2 hari. Koordinator paket wisata ini namanya mas Alex. Sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya kami tiba di Karimunjawa, dan langsung disambut dengan papan bertuliskan 'Selamat Datang di Karimunjawa'.

Berhubung masih jetlag setelah 6 jam perjalanan, apalagi saya yang masih goyang-goyang kepalanya, kami memutuskan untuk istirahat. Sorenya para cowok nongkrong di Warkop setempat. Malamnya setelah makan, kami semua berkeliling Pelabuhan melihat kapal bersandar dan rumah penduduk lokal. Sebaiknya memang mengikuti paket tur karena lebih murah dan mudah, kita akan mengunjungi semua tempat2 menarik di sana, termasuk transportasi perahu keliling kepulauan, alat snorkling, paket makan, dan penginapan.

Keesokan paginya, kami sudah siap dan berada di Dermaga Kapal untuk Trip Kepulauan Karimunjawa. Tidak lupa sebelumnya kami menggunakan Body Lotion SPF 30 agar kulit tidak terbakar teriknya matahari. Kami semua sibuk memilih dan memasang Life Vest yang telah dibagikan oleh local guide, dan saya mengabadikan momen bersama itu sebelum perjalanan dimulai, Cheeers!

Let’s go snorkling! Kapal kayu berangkat dan tak lupa kami berdoa sebelumnya. Mengarungi Laut Jawa, anginnya cukup kencang dan bisa membuat saya makin mabuk. Tarik napas dalam-dalam dan saya pun menyiasatinya dengan duduk di bawah agar tidak terlalu kena terpaan angin.

Kapal mendekati kawasan terumbu karang tengah laut, dekat Pulau Menjangan Kecil yang terletak di barat daya Pulau Karimunjawa dimana terdapat terumbu karang yang besar sekali sehingga kami dapat berdiri di atasnya dan seolah-olah berdiri di atas laut. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya saya snorkling di laut, sehingga deg-degan juga rasanya.

Awalnya saya mencoba berenang tanpa FinS, tapi ternyata tidak bisa, saya pun naik ke kapal lagi dan pakai Fins. Teman-teman lainnya sudah masuk ke air. Wow, warna-warni terumbu karang, dan ikan2 kecil yang menari, saya lihat ikan badut/nemo dan bulu babi.

Mas guide sebelumnya sudah mengingatkan untuk tidak mendekat ke pinggir pantai karena banyak bulu babi, katanya kalo ketusuk ke anggota tubuh manusia nanti bekas tusukannya akan hancur di dalam tubuh dan beresiko kematian. Bulu babi bentuknya sama sekali tidak mirip babi, bentuknya justru seperti bola yang berduri dan berwarna hitam.

Masing-masing dari kita menyelam ke dasar laut secara bergantian biar bisa difoto under water. Tapi yang paling takut sih si Poter, takut mati di laut kayaknya dia. Setelah diskusi alot antara Poter dengan mas guide, terus disemangatin Role dan Cintya akhirnya dia menyelam juga dan malah jadi ketagihan.

Setelah selesai bersnorkling selama 1 jam, kami naik ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Galean. Tiba di sana kami langsung disambut oleh gradasi biru air lautnya yang jernih banget sampai dasar lautnya kelihatan pasir/ terumbu karang dan pasirnya putih lembut. Indah sekali pantainya masih alami dan belum banyak terjamah manusia.

Beberapa teman saya membeli kelapa yang langsung dikupas saat ingin diminum seharga Rp 7.000. Adit yang fotografer juga, sibuk motoin Role yang berpose bak model pantai, yang lain kecipak-kecipuk main air, saya fotoin candid saja.

Nah, begitulah hasil kenakalan dan kreativitas tanpa batas kami. Mas guide pun memanggil kami untuk makan siang (BBQ Lunch). Menu utamanya sudah pasti seafood, ikan bakar dan kawannya. Teman lahap sekali makannya, saya juga sih, tapi saya takut kalo banyak-banyak nanti mual, karena perjalanan keliling pulaunya masih panjang.

Tikar sudah digelar untuk makan dan sudah ada 12 nasi bungkus, 1 piring sambal ulekan, 12 air aqua gelas, telor dadar, tumis kacang panjang, dan kami langsung makan! Akhirnya ikan bakar dan kawannya pun datang dengan bahagia untuk dapat dimakan oleh kami, seperti Ikan Kerapu, Ikan Ekor Kuning, Ikan Bawal, dan Ikan Kembung. Suka banget sama sambalnya, pedas. Pokoknya Maknyus!

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Cemara Kecil yang kecil dan sepi, setelah itu dilanjutkan ke Tanjong Gelam untuk istirahat sore sebelum balik ke penginapan. Turun dari kapal, teman saya langsung menyerbu warung setempat yang terdapat banyak gorengan, seperti pisang goreng, tempe, dan bakwan, selain itu ada snacks dan mie instan, minumannya ada teh dan kopi panas. Harganya hanya Rp 1.000 saja.

Setelah puas mengisi perut, kami lanjutkan foto2 bareng di pinggir pantai. Menjelang sore hari intensitas cahaya matahari berkurang, sehingga pas banget untuk di captured. Sayang, kami harus balik ke penginapan sebelum golden time sunset mateng karena takut airnya pasang kata mas guide. Gagal deh mau foto sunset di Kepulauan Karimunjawa untuk Portofolio. Tapi akan selalu ada hari esok.

Hari kedua di Karimunjawa, jam 8 kami sudah siap di darmaga untuk naik kapal keliling pulau. Hari pertama Trip ke pulau di bagian barat, nah di hari kedua ini kami Trip ke pulau bagian timur. Perjalanan pertama diawali ke penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar.

Kami semua nyemplung untuk berenang bersama hiu, kecuali 1 orang, yaitu Poter karena sedang menstruasi. Katanya bisa2 nanti jadi seperti cerita film ‘Jaws’. Selain hiu, terdapat ikan lain yang bentuknya buntet, ukurannya lebih kecil dari hiu, dan tampangnya serem banget, namanya ikan Pogek. 

Selesai snorkling, Mas guide pun memanggil kami semua untuk balik ke kapal dan berangkat snorkling lagi. Hari itu langitnya cerah sekali, sehingga menambah cantiknya Karimunjawa! Ternyata perjalanan memakan waktu cukup lama karena lokasinya di timur jauh, jadi perlu menyusuri sisi berlainan dari Homestay di bagian barat.

Setelah 40 menitan, sampailah kami di lautan dekat Pulau Tengah. Nah, karena pulaunya sudah lumayan ramai, mas guide sengaja memberhentikan kapal agak jauh dari pantai supaya kami bisa snorkling di tempat yang lebih sepi, good decision mas guide! Tapi kami semua disuruh berenang sampai dekat jembatan di pulau itu. Okay, lumayan!

Wow, terumbu karangnya indah sekali! Lebih indah dari yang kemarin dan jumlahnya banyak lagi. Si Poter asyik mencari ikan badut favoritnya sambil dibantu oleh mas guide, sedangkan saya berenang sendiri melihat indahnya terumbu karang sampai saya berenang agak jauh dari kelompok. Ketika kepala diangkat ke atas permukaan saya baru kaget, mana arusnya lumayan kencang.

Saat sedang asyik snorkling, kami langsung disuruh ke dermaga Pulau Tengah untuk istirahat dan makan siang. Menu makanannya seperti biasa ikan bakar sehingga butuh waktu untuk dibakar. Sambil nunggu si Poter gak sabar untuk nyebur lagi, mungkin karena dia tinggal di Bogor tidak ada pantai.

Panggilan makan siang pun datang, kami makan lesehan di atas tikar yang sudah disediakan oleh tour guide. Meski menunya sama seperti kemarin, tapi tetap maknyus! Setelah makan, kami foto bersama dan langsung naik kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kecil.

Selama snorkling di perairan dekat Pulau Kecil, ikan lebih banyak dari sebelumnya. Teman saya iseng kasih robekan roti yang disebar di permukaan laut. Alhasil, ikan pun berdatangan untuk memperebutkan makanan. Agus dan Poter mencoba berenang di dekat jembatan untuk mencari ikan yang unik, dan ternyata si Poter menemukan ikan yang katanya ada di dalam game Feeding Frenzy, ada yang berwarna biru kinclong, ungu kelam, dan hijau terang.

Selanjutnya, kami semua mencoba berenang sampai daratan, seperti apa daerah perbatasan antara pantai dengan laut. Hasilnya, beberapa puluh meter dari pantai dipenuhi terumbu karang, sedangkan pinggir pantai dasarnya pasir semua. Ternyata batas batasnya hanya beberapa meter dari tepi pantai. Akhirnya, setelah berenang ke tepian, kami tiba di pantai. Terus tiba-tiba Valent datang dan bilang kalau dia banyak liat Bulu Babi di tepi pantai! Untung pas tadi berenang saya gak liat, bisa gak pulang kalau begini ceritanya.

Pulau Kecil ini sepi dan tidak berpenghuni, orang jualan pun tidak ada, tapi kami tetap jalan2 sebentar dan menemukan 1 rumah kayu di pinggir pantai yang tidak dipakai. Rehat sebentar di balkon rumahnya dan foto bersama. Saya iseng untuk jalan sendirian mengelilingi pulau ini, lalu duduk diatas batang kayu yang sudah rebahan di bawah.

Sebenarnya masih ada 1 Trip lagi ke Pulau Gosong, berhubung lautnya lagi pasang akhirnya kami pulang lagi ke Pulau Karimunjawa. Perjalanan pulang rasanya lama sekali, angin sepoi-sepoi di atas kapal menemani kami.

Tips lagi, Kamu perlu menggunakan sunblock cream untuk tangan, kaki, badan, dan muka agar kulitnya tidak terbakar. Sunblock cream SPF (Sun Protection Factor) terdiri dari SPF 15 (blok 93% sinar UVB), SPF 30 (blok 97% sinar UVB), SPF 50 (blok 98% sinar UVB). Kesimpulannya, saran saya menggunakan SPF 30, selain dapat memberi perlindungan 97% dari sinar UVB harganya juga lebih terjangkau dan lebih banyak dijual di pasaran.

Tips terakhir, kamu perlu membawa kantung waterproofing, agar terhindar dari percikan air laut dan pasir yang dapat merusak kamera, serta dapat leluasa melakukan aktifitas di atas kapal dan snorkling. Jangan lupa membawa Tas kamera, Lensa sesuai kebutuhan, Tripod, Blower, dan Lap pembersih lensa.

Perjalanan Bogor-Jepara selama 13 jam, Bus berangkat jam 15.30, namun bus tidak langsung masuk tol karena pake acara jemput penumpang dulu di Kedung Halang, terus macet-macetan di Cibinong dan baru masuk tol di Cibubur. Di sepanjang jalan saya ngelawak dan bercanda bersama teman-teman, sempat terkena macet setelah keluar Tol Cikampek, Pantura, akhirnya supir bus lewat jalan tikus.

Saya memperhatikan cara membawa bus pak supir, gilak lihai sekali jalan-jalan kecil berliku dibawa kencang sama dia, dan tidak terasa ngebut. Padahal kalau kita lihat dengan seksama temponya cepat sekali, terbukti teman-teman saya tetap tertidur lelap dengan nyaman. Memang perjalanan malam seperti ini perlu dimanfaatkan untuk istirahat, mengingat esok beberapa hari ke depan aktivitasnya akan banyak menguras energi.

Matahari pagi sudah menampakkan dirinya. Saya terbangun di kawasan yang banyak jualan kayu ukiran di pinggir jalan. Sudah pasti ini di Jepara, kota yang terkenal akan hasil ukiran2 kayu jatinya. Sesampainya bus di Jepara, tepatnya Pom Bensin, kami harus menyambung lagi dengan naik angkot berwarna coklat ke Pelabuhan Kartini dengan biaya Rp 2.000.

Kami naik semua di angkot itu dan hasilnya penuh. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk cuci muka dan gosok gigi di toilet Pom Bensin biar tidak kucel. Jadwal Kapal Ferry menyeberang ke Karimunjawa yang kami mau ambil adalah jam 07.00 WIB.

Kami memilih Kapal Ferry KMP Muria karena paling irit, seharga Rp 28.500, maklum mahasiswa. Kapal ini dapat mengangkut orang, kendaraan, dan barang-barang logistik. Kondisi Kapal KMP Muria cukup baik, terdapat area duduk di ruang VIP dan ekonomi, serta deck di atas kapal.

Berhubung penuh banget kapalnya karena lagi musim liburan, kami memutuskan untuk duduk di deck atas kapal. Namun, jika kamu mau duduk di sana, perlu dipersiapkan payung atau penutup kepala karena pada siang hari akan panas sekali, serta perjalanannya cukup membuat matang kulit dan kepala. Total 6 jam perjalanan di tengah hari bolong.

Sekadar tips untuk traveler, kamu perlu mencari tahu jadwal keberangkatan Kapal KMP Muria Jepara-Karimunjawa agar waktu perjalanan efisien. Jangan lupa membeli bekal makanan & minuman sebelumnya. Bagi yang mabok seperti saya, harap membawa minyak angin dan minum antimo.

Trip kami menggunakan jasa tour paket Roemah Emak. Harga paket perorang untuk 4 hari 3 malam adalah sebesar Rp 400.000. Paket ini termasuk akomodasi 3 malam, makan 4x, tour keliling pulau 2 hari, dan alat snorkeking untuk 2 hari. Koordinator paket wisata ini namanya mas Alex. Sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya kami tiba di Karimunjawa, dan langsung disambut dengan papan bertuliskan 'Selamat Datang di Karimunjawa'.

Berhubung masih jetlag setelah 6 jam perjalanan, apalagi saya yang masih goyang-goyang kepalanya, kami memutuskan untuk istirahat. Sorenya para cowok nongkrong di Warkop setempat. Malamnya setelah makan, kami semua berkeliling Pelabuhan melihat kapal bersandar dan rumah penduduk lokal. Sebaiknya memang mengikuti paket tur karena lebih murah dan mudah, kita akan mengunjungi semua tempat2 menarik di sana, termasuk transportasi perahu keliling kepulauan, alat snorkling, paket makan, dan penginapan.

Keesokan paginya, kami sudah siap dan berada di Dermaga Kapal untuk Trip Kepulauan Karimunjawa. Tidak lupa sebelumnya kami menggunakan Body Lotion SPF 30 agar kulit tidak terbakar teriknya matahari. Kami semua sibuk memilih dan memasang Life Vest yang telah dibagikan oleh local guide, dan saya mengabadikan momen bersama itu sebelum perjalanan dimulai, Cheeers!

Let’s go snorkling! Kapal kayu berangkat dan tak lupa kami berdoa sebelumnya. Mengarungi Laut Jawa, anginnya cukup kencang dan bisa membuat saya makin mabuk. Tarik napas dalam-dalam dan saya pun menyiasatinya dengan duduk di bawah agar tidak terlalu kena terpaan angin.

Kapal mendekati kawasan terumbu karang tengah laut, dekat Pulau Menjangan Kecil yang terletak di barat daya Pulau Karimunjawa dimana terdapat terumbu karang yang besar sekali sehingga kami dapat berdiri di atasnya dan seolah-olah berdiri di atas laut. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya saya snorkling di laut, sehingga deg-degan juga rasanya.

Awalnya saya mencoba berenang tanpa FinS, tapi ternyata tidak bisa, saya pun naik ke kapal lagi dan pakai Fins. Teman-teman lainnya sudah masuk ke air. Wow, warna-warni terumbu karang, dan ikan2 kecil yang menari, saya lihat ikan badut/nemo dan bulu babi.

Mas guide sebelumnya sudah mengingatkan untuk tidak mendekat ke pinggir pantai karena banyak bulu babi, katanya kalo ketusuk ke anggota tubuh manusia nanti bekas tusukannya akan hancur di dalam tubuh dan beresiko kematian. Bulu babi bentuknya sama sekali tidak mirip babi, bentuknya justru seperti bola yang berduri dan berwarna hitam.

Masing-masing dari kita menyelam ke dasar laut secara bergantian biar bisa difoto under water. Tapi yang paling takut sih si Poter, takut mati di laut kayaknya dia. Setelah diskusi alot antara Poter dengan mas guide, terus disemangatin Role dan Cintya akhirnya dia menyelam juga dan malah jadi ketagihan.

Setelah selesai bersnorkling selama 1 jam, kami naik ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Galean. Tiba di sana kami langsung disambut oleh gradasi biru air lautnya yang jernih banget sampai dasar lautnya kelihatan pasir/ terumbu karang dan pasirnya putih lembut. Indah sekali pantainya masih alami dan belum banyak terjamah manusia.

Beberapa teman saya membeli kelapa yang langsung dikupas saat ingin diminum seharga Rp 7.000. Adit yang fotografer juga, sibuk motoin Role yang berpose bak model pantai, yang lain kecipak-kecipuk main air, saya fotoin candid saja.

Nah, begitulah hasil kenakalan dan kreativitas tanpa batas kami. Mas guide pun memanggil kami untuk makan siang (BBQ Lunch). Menu utamanya sudah pasti seafood, ikan bakar dan kawannya. Teman lahap sekali makannya, saya juga sih, tapi saya takut kalo banyak-banyak nanti mual, karena perjalanan keliling pulaunya masih panjang.

Tikar sudah digelar untuk makan dan sudah ada 12 nasi bungkus, 1 piring sambal ulekan, 12 air aqua gelas, telor dadar, tumis kacang panjang, dan kami langsung makan! Akhirnya ikan bakar dan kawannya pun datang dengan bahagia untuk dapat dimakan oleh kami, seperti Ikan Kerapu, Ikan Ekor Kuning, Ikan Bawal, dan Ikan Kembung. Suka banget sama sambalnya, pedas. Pokoknya Maknyus!

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Cemara Kecil yang kecil dan sepi, setelah itu dilanjutkan ke Tanjong Gelam untuk istirahat sore sebelum balik ke penginapan. Turun dari kapal, teman saya langsung menyerbu warung setempat yang terdapat banyak gorengan, seperti pisang goreng, tempe, dan bakwan, selain itu ada snacks dan mie instan, minumannya ada teh dan kopi panas. Harganya hanya Rp 1.000 saja.

Setelah puas mengisi perut, kami lanjutkan foto2 bareng di pinggir pantai. Menjelang sore hari intensitas cahaya matahari berkurang, sehingga pas banget untuk di captured. Sayang, kami harus balik ke penginapan sebelum golden time sunset mateng karena takut airnya pasang kata mas guide. Gagal deh mau foto sunset di Kepulauan Karimunjawa untuk Portofolio. Tapi akan selalu ada hari esok.

Hari kedua di Karimunjawa, jam 8 kami sudah siap di darmaga untuk naik kapal keliling pulau. Hari pertama Trip ke pulau di bagian barat, nah di hari kedua ini kami Trip ke pulau bagian timur. Perjalanan pertama diawali ke penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar.

Kami semua nyemplung untuk berenang bersama hiu, kecuali 1 orang, yaitu Poter karena sedang menstruasi. Katanya bisa2 nanti jadi seperti cerita film ‘Jaws’. Selain hiu, terdapat ikan lain yang bentuknya buntet, ukurannya lebih kecil dari hiu, dan tampangnya serem banget, namanya ikan Pogek. 

Selesai snorkling, Mas guide pun memanggil kami semua untuk balik ke kapal dan berangkat snorkling lagi. Hari itu langitnya cerah sekali, sehingga menambah cantiknya Karimunjawa! Ternyata perjalanan memakan waktu cukup lama karena lokasinya di timur jauh, jadi perlu menyusuri sisi berlainan dari Homestay di bagian barat.

Setelah 40 menitan, sampailah kami di lautan dekat Pulau Tengah. Nah, karena pulaunya sudah lumayan ramai, mas guide sengaja memberhentikan kapal agak jauh dari pantai supaya kami bisa snorkling di tempat yang lebih sepi, good decision mas guide! Tapi kami semua disuruh berenang sampai dekat jembatan di pulau itu. Okay, lumayan!

Wow, terumbu karangnya indah sekali! Lebih indah dari yang kemarin dan jumlahnya banyak lagi. Si Poter asyik mencari ikan badut favoritnya sambil dibantu oleh mas guide, sedangkan saya berenang sendiri melihat indahnya terumbu karang sampai saya berenang agak jauh dari kelompok. Ketika kepala diangkat ke atas permukaan saya baru kaget, mana arusnya lumayan kencang.

Saat sedang asyik snorkling, kami langsung disuruh ke dermaga Pulau Tengah untuk istirahat dan makan siang. Menu makanannya seperti biasa ikan bakar sehingga butuh waktu untuk dibakar. Sambil nunggu si Poter gak sabar untuk nyebur lagi, mungkin karena dia tinggal di Bogor tidak ada pantai.

Panggilan makan siang pun datang, kami makan lesehan di atas tikar yang sudah disediakan oleh tour guide. Meski menunya sama seperti kemarin, tapi tetap maknyus! Setelah makan, kami foto bersama dan langsung naik kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kecil.

Pulau Tanjong Gelam
Selama snorkling di perairan dekat Pulau Kecil, ikan lebih banyak dari sebelumnya. Teman saya iseng kasih robekan roti yang disebar di permukaan laut. Alhasil, ikan pun berdatangan untuk memperebutkan makanan. Agus dan Poter mencoba berenang di dekat jembatan untuk mencari ikan yang unik, dan ternyata si Poter menemukan ikan yang katanya ada di dalam game Feeding Frenzy, ada yang berwarna biru kinclong, ungu kelam, dan hijau terang.

Selanjutnya, kami semua mencoba berenang sampai daratan, seperti apa daerah perbatasan antara pantai dengan laut. Hasilnya, beberapa puluh meter dari pantai dipenuhi terumbu karang, sedangkan pinggir pantai dasarnya pasir semua. Ternyata batas batasnya hanya beberapa meter dari tepi pantai. Akhirnya, setelah berenang ke tepian, kami tiba di pantai. Terus tiba-tiba Valent datang dan bilang kalau dia banyak liat Bulu Babi di tepi pantai! Untung pas tadi berenang saya gak liat, bisa gak pulang kalau begini ceritanya.

Pulau Kecil ini sepi dan tidak berpenghuni, orang jualan pun tidak ada, tapi kami tetap jalan2 sebentar dan menemukan 1 rumah kayu di pinggir pantai yang tidak dipakai. Rehat sebentar di balkon rumahnya dan foto bersama. Saya iseng untuk jalan sendirian mengelilingi pulau ini, lalu duduk diatas batang kayu yang sudah rebahan di bawah.

Sebenarnya masih ada 1 Trip lagi ke Pulau Gosong, berhubung lautnya lagi pasang akhirnya kami pulang lagi ke Pulau Karimunjawa. Perjalanan pulang rasanya lama sekali, angin sepoi-sepoi di atas kapal menemani kami.

Tips lagi, Kamu perlu menggunakan sunblock cream untuk tangan, kaki, badan, dan muka agar kulitnya tidak terbakar. Sunblock cream SPF (Sun Protection Factor) terdiri dari SPF 15 (blok 93% sinar UVB), SPF 30 (blok 97% sinar UVB), SPF 50 (blok 98% sinar UVB). Kesimpulannya, saran saya menggunakan SPF 30, selain dapat memberi perlindungan 97% dari sinar UVB harganya juga lebih terjangkau dan lebih banyak dijual di pasaran.

Tips terakhir, kamu perlu membawa kantung waterproofing, agar terhindar dari percikan air laut dan pasir yang dapat merusak kamera, serta dapat leluasa melakukan aktifitas di atas kapal dan snorkling. Jangan lupa membawa Tas kamera, Lensa sesuai kebutuhan, Tripod, Blower, dan Lap pembersih lensa.

5 Cara Sederhana Berkendara dengan Irit

5 Cara Sederhana Berkendara dengan Irit
Berkendara dengan hemat bahan bakar sangat dibutuhkan pengendara untuk mengurangi pengeluaran, meski harga bahan bakar minyak turun. Ternyata, cara berkendara juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan Anda, selain memeriksa kesehatan kendaraan secara rutin.

ternyata masih ada yang belum memahami kebiasaan mengemudi. Bahkan dikatakan, kebiasaan berkendara dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan Anda hingga 25 persen.

Untuk itu, ada 5 tips cara sederhana berkendara sehingga irit bahan bakar. Apa saja? Simak ulasannya.


Menginjak pedal gas dengan agresif maka membuat mesin mengonsumsi bahan bakar lebih banyak. Sebaiknya, injak pedal gas dengan lembut.

Toyota memberikan tips, cara mengemudi yang optimal agar bahan bakar lebih efisien adalah dengan membutuhkan sekitar lima detik untuk berakselerasi hingga kecepatan 24 km/jam dari posisi diam. Dengan begitu berarti Anda akan menekan pedal gas lebih lembut.

Untuk transmisi manual, gunakan posisi throttle yang konstan. Disarankan, ganti gigi pada putaran mesin 2.000 hingga 2.500 RPM.

5 Cara Sederhana Berkendara dengan Irit
2. Jaga Kecepatan Stabil
Menaikturunkan kecepatan secara drastis dikombinasikan dengan akselerasi keras dapat memboroskan kendaraan Anda hingga 20 persen. Untuk itu, sebaiknya jaga kecepatan stabil saat berkendara di jalan lancar.

Saat ini, beberapa mobil dilengkapi dengan fitur cruise control. Penggunaan cruise control itu dianggap salah satu teknik mengemudi efisien yang mudah.

5 Cara Sederhana Berkendara dengan Irit
3. Tetap Waspada
Jaga momentum kendaraan Anda dengan merencanakan manuver di waktu mendatang. Perhatikan jalan di depan, antisipasi pergerakan pejalan kaki maupun kendaraan lain, dan jaga jarak aman dari mobil di depan Anda.

Hal itu akan menekan konsumsi bahan bakar dan membuat Anda lebih aman di jalan.

4. Hindari Rem Mendadak
Terkadang, untuk menghindari kecelakaan, Anda memang tidak punya pilihan selain mengerem. Tapi dalam situasi mengemudi normal, disarankan agar Anda menghindari rem mendadak.

Cara untuk menghindari rem mendadak adalah dengan menjaga jarak aman. Banyak ahli mengatakan, jarak aman dengan kendaraan di depan adalah 3-4 detik.

Hal ini bukan hanya membuat kendaraan lebih irit bahan bakar. Namun, Anda juga akan menghemat biaya pemeliharaan dan perbaikan ban dan rem.
5 Cara Sederhana Berkendara dengan Irit
5. Jangan Terlalu Ngebut
Beberapa mobil memang berbeda dalam hal kecepatan yang ideal. Misalnya, sebuah kendaraan memiliki kecepatan ideal 60-80 km/jam untuk menghemat bahan bakar. Setiap penambahan kecepatan, maka konsumsi bahan akan lebih boros lagi.

Memperlambat kecepatan juga akan membuat Anda lebih aman di jalan.