Minggu, 17 Januari 2016

5 Penyebab Kuota Internet Cepat Habis

 Kehabisan kuota layanan internet bisa menakutkan bagi sebagian orang. Ketika kuota internet habis, sejumlah pilihan untuk berkomunikasi pun putus. 

Anda tidak bisa mengirim pesan melalui WhatsApp, menelepon via Line, atau mengecek timeline media sosial kawan.
Tanpa koneksi data, hiburan digital pun tak bisa dinikmati. YouTube,online game dengan multiplayer, dan streaming musik tak bisa dilakukan. Smartphone seolah lumpuh total.
Beberapa penyedia layanan internet menyediakan paket data unlimiteduntuk mengatasi masalah kuota ini, tetapi tentu saja memiliki keterbatasan. Setelah batas wajar pemakaian paket unlimited tercapai, koneksi akan jadi sangat lambat.
Agar tidak terjebak masalah kuota internet, Anda sebaiknya merencanakan pemakaian data pada smartphone. Misalnya dengan memperhatikan, seperti apakah gaya pemakaian yang sangat berpengaruh pada besaran konsumsi data. 

Berikut ini lima hal yang bisa membuat kuota internet Anda cepat habis,
1. Unggah ke YouTube

Mengunggah video ke YouTube bisa memakan banyak kuota internet. Namun, semua ini tergantung pada setting yang diterapkan pengguna dan berbagai faktor lain. Rekaman video beresolusi high-definition(HD) bisa menghabiskan jatah internet hingga 200 MB per menit.
Bayangkan bila setiap bulan Anda mengunggah lima video HD berdurasi 1 menit dan kuota internet Anda hanya 1 GB per bulan. Karena itu, ada baiknya Anda menggunakan koneksi WiFi saja saat ingin mengunggah video seperti ini.
2. Obrolan video
Melakukan obrolan video via Skype atau FaceTime tergolong sebagai aktivitas yang membutuhkan banyak bandwidth. Namun, besaran konsumsi tersebut berbeda-beda tergantung pada aplikasi serta resolusi video yang digunakan.
Obrolan melalui video, umumnya, mengonsumsi bandwidth 3 MB per menit. Jika Anda berniat menghemat konsumsi data, sebaiknya kurangi sesi obrolan menggunakan video.
3. Online game 
Game, seperti Two Dots atau Words With Friend, tidak memakan banyak kuota internet. Kedua game ini hanya menghabiskan beberapa KB saja per menit sehingga tidak boros. 
Namun, game jenis real-time action, seperti Asphalt 8 atau Modern Combat 5: Blackout berbeda. Dua game yang disebut belakangan diperkirakan membutuhkan 1 MB data per menit. Permainan dalam durasi yang panjang akan semakin meningkatkan konsumsi data.
4. Streaming musik
Layanan streaming musik, seperti Guvera atau Rdio, memang sangat praktis. Anda bisa mendengarkan musik di mana pun asalkan ada koneksi internet. Anda juga tidak perlu menyediakan ruang untuk menyimpan file musik tersebut dalam kartu memori.
Namun, sisi lainnya, konsumsi data membengkak. Bila Anda memutar musik dengan resolusi 320 Kbps, total kuota internet yang dihabiskan adalah 2,4 MB per menit. Dalam durasi satu jam, Anda sudah menghabiskan 115 MB.
5. Streaming video
Saat ini, ada berbagai layanan streaming video yang memudahkan orang menemukan trailer film terbaru, film utuh, atau sekadar video klip penyanyi favorit. Sebut saja YouTube, iTunes, Vimeo, dan Hulu.

Hanya satu hal yang tidak boleh Anda lupa: streaming video merupakan penyerap paling "kejam" terhadap kuota internet. Masalahnya, konsumsi data streaming video bisa mencapai 50 MB per menit.
Bila kuota internet yang Anda pilih terbatas, dan Anda terbiasa menonton video-video tertentu secara berulang-ulang, lebih baik simpan file video secara offline.

5 Tips Menghemat Kuota Internet


FASTCOMPANY.NET
 Seiring makin banyaknya komunikasi yang dilakukan menggunakan ponsel, kebutuhan paket data atau kuota internet pun semakin besar. Tapi perhatikan, jangan sampai kebutuhan tersebut justru membuat Anda jadi boros.

Saat ini, pengguna bisa memilih antara paket internet unlimited atau berdasarkan kuota. Keduanya sama-sama punya batas wajar pemakaian.

Bedanya hanyalah pada paket unlimited, pengguna tetap bisa mengakses internet meski kecepatannya jadi sangat lambat. Sedangkan pada paket kuota, koneksi internet bisa langsung putus.

Artinya, apapun paket yang digunakan Anda tetap harus menghemat agar koneksi ke internet tetap lancar dan tidak menggerus isi dompet. Alternatif yang paling utama dalam hal ini, tentu saja mencari atau menghubungkan ponsel ke WiFi setiap kali sedang berada di tempat yang menyediakan WiFi gratis.

1. Awasi penggunaan data

Sebelum menghemat penggunaan data, ada baiknya pengguna mengenali tipe-tipe konsumsi datanya. Apakah lebih sering habis karena media sosial, browsing, bermain game, menonton video onlineatau justru karena digunakan mengunduh aplikasi.

Pengguna bisa dengan mudah mengenali hal tersebut melalui menu di masing-masing ponsel, baik sistem operasi Android, iOS atau Windows Phone.

Menu ini biasanya ada dalam bagian pengaturan. Ketika dibuka akan menunjukkan berapa banyak data yang telah digunakan dan aplikasi apa saja yang menggunakannya.

screenshot
Selain menggunakan aplikasi bawaan, ada juga aplikasi buatan pihak ketiga yang bisa dipakai menghitung konsumsi data. Misalnya, pengguna Android bisa mencoba aplikasi bernama Onavo Count untuk melacak penggunaan data.

Setelah mengetahui aplikasi apa saja yang banyak menggunakan data, tentu pengguna lebih mudah mengatur kapan menjalankan aplikasi tersebut. Misalnya, hanya membuka Path ketika terhubung dengan WiFi atau pada jam-jam tertentu ketika operator layanan komunikasi sedang memberikan bonus kuota internet.

2. Matikan update otomatis

Update otomatis membuat pengguna selalu bisa mendapatkan aplikasi terbaru tanpa harus repot. Tapi bila tak terkendali, fitur ini malah jadi jebakan yang bisa membabat habis kuota data.

Bayangkan, bila Anda sedang menggunakan layanan data dari koneksi mobile lalu tanpa disadari ada sejumlah aplikasi yang otomatis diperbarui.

Satu aplikasi tersebut katakanlah berukuran 30 MB. Ketika pemutakhiran otomatis terjadi pada lima aplikasi dengan ukuran serupa saja sudah 150 MB yang hilang dari kuota data.

Sebaiknya pengguna mematikan saja fitur ini, dan memilih opsi melakukan pembaruan aplikasi secara manual atau otomatis hanya saat terkoneksi dengan WiFi. Tujuannya agar aplikasi, misalnya Google Play Store tidak otomatis mengunduh pembaruan menggunakan koneksi seluler.

3. Minimalkan download aplikasi

Kurangi mengunduh aplikasi melalui koneksi seluler. Ukuran file sebuah aplikasi sebenarnya bervariasi, tidak seluruhnya berukuran besar. Namun bila Anda termasuk yang suka bermain game, perhatikanlah ukuran file yang diunduh.

Seringkali game dengan tampilan grafis tiga dimensi memiliki fileberukuran besar. Misalnya, Contract Killer keluaran Glu Mobile, yang berukuran sekitar 295 MB.

Kadangkala, setelah dipasang pun masih ada data-data pendukung lain yang mesti diunduh oleh game jenis ini. Ketika ditotal, data yang diunduh pun bisa hampir mencapai 1 GB. Jumlah sebesar ini tentu saja akan memakan banyak kuota data, apalagi jika sering dilakukan.

Bila harus mengunduh game seperti ini, sebaiknya mencari koneksi WiFi gratis atau lakukan saat Anda berada di lokasi-lokasi tertentu yang memang menawarkan WiFi. Alternatif lain untuk menghemat, cobalah untuk mengunduh aplikasi tersebut saat operator yang digunakan memberikan bonus kuota.

Aplikasi lain, seperti Facebook, Instagram atau Path, biasanya berukuran kecil ketika pertama kali diunduh. Namun konsumsi datanya bisa membesar saat digunakan. Path, misalnya bisa mengkonsumsi ratusan megabyte kuota data untuk menampilkan linimasanya yang berjejal dengan foto.

Bila masalah terbesar dalam kuota data Anda adalah soal aplikasi jejaring sosial seperti ini, cobalah mengatur waktu penggunaan aplikasi tersebut. Misalnya dengan mengurangi unggahan foto, mengurangi refresh linimasa aplikasi hingga hanya membukanya saat terhubung dengan WiFi.

4. Pintar menonton video online

Menonton video di YouTube ketika sedang di perjalanan memang menyenangkan, tapi jangan kaget bila ini membuat kuota data cepat habis. Streaming video adalah salah satu layanan yang membutuhkan data dalam jumlah besar.

YMenonton video streaming di layanan seperti YouTube mengonsumsi banyak kuota data
Bila ingin menghemat kuota data Anda, sebaiknya hindari menonton streaming video menggunakan koneksi seluler. Alternatif lain, menonton streaming atau mengunduh video yang diinginkan ketika terhubung ke WiFi gratis.

Jika memang harus menonton via koneksi seluler, dapat diakali dengan menurunkan kualitas video. Biasanya pada YouTube terdapat pilihan antara 270p hingga 1080p. Semakin rendah kualitasnya, ukuran data yang dibutuhkan per detik pun semakin kecil.

Alternatif lain, YouTube punya fitur baru yang bikin penggunanya bisa menonton video offline. Nah, dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa mengunduh video YouTube yang diinginkan saat ada koneksi WiFi, lalu menontonnya di waktu lain.

Tapi perlu dicatat bahwa tidak semua video bisa diunduh ke dalam versi offline. Cek link ini untuk mengetahui soal fitur YouTube offline.

5. Kompresi data di browser

Sejumlah peramban atau browser memiliki fitur bawaan yang otomatis memampatkan data. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang sering menjelajah internet menggunakan ponsel.

Peramban yang memiliki fitur ini, antara lain adalah Chrome dan Opera Mini. Keduanya menggunakan server mereka sendiri untuk mengompres data situs yang dikunjungi pengguna, lalu mengirimkannya dalam bentuk data yang sudah diperkecil.

screenshotNyalakan fitur kompresi data pada peramban yang Anda gunakan untuk menghemat konsumsi data

Asyiknya Melancong ke Karimunjawa


Pulau Tengah
Karimunjawa termasuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang melindungi ekosistem bawah lautnya yang kaya akan terumbu karang dan biota laut. Karimunjawa juga memiliki pantai dengan pasir putih, air laut yang biru jernih, dan lingkungan yang masih alami.

Ceritanya dalam rangka memanfaatkan waktu selama mengerjakan skripsi, sekaligus refreshing, saya dan teman-teman kampus melakukan Trip ke Pulau Karimunjawa. Di sana merupakan salah satu pantai dan kepulauan paling indah di Pulau Jawa. Lagi pula ini juga kali pertama saya pergi ke Karimunjawa.

Karimunjawa termasuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang melindungi ekosistem bawah lautnya yang kaya akan terumbu karang dan biota laut. Karimunjawa juga memiliki pantai dengan pasir putih, air laut yang biru jernih, dan lingkungan yang masih alami.

Sepuluh orang berangkat dengan Bus PO Nusantara di Sukasari, Saya sendiri, Agus, Iman, Wenes, Cintya, Poter, Role dan pacarnya, Adit, dan Valen. Fasilitas Bus terdapat AC, toilet, TV, sandaran kaki, bantal, selimut, dan makan malam di Panurukan Jam 21.30.

Perjalanan Bogor-Jepara selama 13 jam, Bus berangkat jam 15.30, namun bus tidak langsung masuk tol karena pake acara jemput penumpang dulu di Kedung Halang, terus macet-macetan di Cibinong dan baru masuk tol di Cibubur. Di sepanjang jalan saya ngelawak dan bercanda bersama teman-teman, sempat terkena macet setelah keluar Tol Cikampek, Pantura, akhirnya supir bus lewat jalan tikus.

Saya memperhatikan cara membawa bus pak supir, gilak lihai sekali jalan-jalan kecil berliku dibawa kencang sama dia, dan tidak terasa ngebut. Padahal kalau kita lihat dengan seksama temponya cepat sekali, terbukti teman-teman saya tetap tertidur lelap dengan nyaman. Memang perjalanan malam seperti ini perlu dimanfaatkan untuk istirahat, mengingat esok beberapa hari ke depan aktivitasnya akan banyak menguras energi.

Matahari pagi sudah menampakkan dirinya. Saya terbangun di kawasan yang banyak jualan kayu ukiran di pinggir jalan. Sudah pasti ini di Jepara, kota yang terkenal akan hasil ukiran2 kayu jatinya. Sesampainya bus di Jepara, tepatnya Pom Bensin, kami harus menyambung lagi dengan naik angkot berwarna coklat ke Pelabuhan Kartini dengan biaya Rp 2.000.

Kami naik semua di angkot itu dan hasilnya penuh. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk cuci muka dan gosok gigi di toilet Pom Bensin biar tidak kucel. Jadwal Kapal Ferry menyeberang ke Karimunjawa yang kami mau ambil adalah jam 07.00 WIB.

Kami memilih Kapal Ferry KMP Muria karena paling irit, seharga Rp 28.500, maklum mahasiswa. Kapal ini dapat mengangkut orang, kendaraan, dan barang-barang logistik. Kondisi Kapal KMP Muria cukup baik, terdapat area duduk di ruang VIP dan ekonomi, serta deck di atas kapal.

Berhubung penuh banget kapalnya karena lagi musim liburan, kami memutuskan untuk duduk di deck atas kapal. Namun, jika kamu mau duduk di sana, perlu dipersiapkan payung atau penutup kepala karena pada siang hari akan panas sekali, serta perjalanannya cukup membuat matang kulit dan kepala. Total 6 jam perjalanan di tengah hari bolong.

Sekadar tips untuk traveler, kamu perlu mencari tahu jadwal keberangkatan Kapal KMP Muria Jepara-Karimunjawa agar waktu perjalanan efisien. Jangan lupa membeli bekal makanan & minuman sebelumnya. Bagi yang mabok seperti saya, harap membawa minyak angin dan minum antimo.

Trip kami menggunakan jasa tour paket Roemah Emak. Harga paket perorang untuk 4 hari 3 malam adalah sebesar Rp 400.000. Paket ini termasuk akomodasi 3 malam, makan 4x, tour keliling pulau 2 hari, dan alat snorkeking untuk 2 hari. Koordinator paket wisata ini namanya mas Alex. Sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya kami tiba di Karimunjawa, dan langsung disambut dengan papan bertuliskan 'Selamat Datang di Karimunjawa'.

Berhubung masih jetlag setelah 6 jam perjalanan, apalagi saya yang masih goyang-goyang kepalanya, kami memutuskan untuk istirahat. Sorenya para cowok nongkrong di Warkop setempat. Malamnya setelah makan, kami semua berkeliling Pelabuhan melihat kapal bersandar dan rumah penduduk lokal. Sebaiknya memang mengikuti paket tur karena lebih murah dan mudah, kita akan mengunjungi semua tempat2 menarik di sana, termasuk transportasi perahu keliling kepulauan, alat snorkling, paket makan, dan penginapan.

Keesokan paginya, kami sudah siap dan berada di Dermaga Kapal untuk Trip Kepulauan Karimunjawa. Tidak lupa sebelumnya kami menggunakan Body Lotion SPF 30 agar kulit tidak terbakar teriknya matahari. Kami semua sibuk memilih dan memasang Life Vest yang telah dibagikan oleh local guide, dan saya mengabadikan momen bersama itu sebelum perjalanan dimulai, Cheeers!

Let’s go snorkling! Kapal kayu berangkat dan tak lupa kami berdoa sebelumnya. Mengarungi Laut Jawa, anginnya cukup kencang dan bisa membuat saya makin mabuk. Tarik napas dalam-dalam dan saya pun menyiasatinya dengan duduk di bawah agar tidak terlalu kena terpaan angin.

Kapal mendekati kawasan terumbu karang tengah laut, dekat Pulau Menjangan Kecil yang terletak di barat daya Pulau Karimunjawa dimana terdapat terumbu karang yang besar sekali sehingga kami dapat berdiri di atasnya dan seolah-olah berdiri di atas laut. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya saya snorkling di laut, sehingga deg-degan juga rasanya.

Awalnya saya mencoba berenang tanpa FinS, tapi ternyata tidak bisa, saya pun naik ke kapal lagi dan pakai Fins. Teman-teman lainnya sudah masuk ke air. Wow, warna-warni terumbu karang, dan ikan2 kecil yang menari, saya lihat ikan badut/nemo dan bulu babi.

Mas guide sebelumnya sudah mengingatkan untuk tidak mendekat ke pinggir pantai karena banyak bulu babi, katanya kalo ketusuk ke anggota tubuh manusia nanti bekas tusukannya akan hancur di dalam tubuh dan beresiko kematian. Bulu babi bentuknya sama sekali tidak mirip babi, bentuknya justru seperti bola yang berduri dan berwarna hitam.

Masing-masing dari kita menyelam ke dasar laut secara bergantian biar bisa difoto under water. Tapi yang paling takut sih si Poter, takut mati di laut kayaknya dia. Setelah diskusi alot antara Poter dengan mas guide, terus disemangatin Role dan Cintya akhirnya dia menyelam juga dan malah jadi ketagihan.

Setelah selesai bersnorkling selama 1 jam, kami naik ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Galean. Tiba di sana kami langsung disambut oleh gradasi biru air lautnya yang jernih banget sampai dasar lautnya kelihatan pasir/ terumbu karang dan pasirnya putih lembut. Indah sekali pantainya masih alami dan belum banyak terjamah manusia.

Beberapa teman saya membeli kelapa yang langsung dikupas saat ingin diminum seharga Rp 7.000. Adit yang fotografer juga, sibuk motoin Role yang berpose bak model pantai, yang lain kecipak-kecipuk main air, saya fotoin candid saja.

Nah, begitulah hasil kenakalan dan kreativitas tanpa batas kami. Mas guide pun memanggil kami untuk makan siang (BBQ Lunch). Menu utamanya sudah pasti seafood, ikan bakar dan kawannya. Teman lahap sekali makannya, saya juga sih, tapi saya takut kalo banyak-banyak nanti mual, karena perjalanan keliling pulaunya masih panjang.

Tikar sudah digelar untuk makan dan sudah ada 12 nasi bungkus, 1 piring sambal ulekan, 12 air aqua gelas, telor dadar, tumis kacang panjang, dan kami langsung makan! Akhirnya ikan bakar dan kawannya pun datang dengan bahagia untuk dapat dimakan oleh kami, seperti Ikan Kerapu, Ikan Ekor Kuning, Ikan Bawal, dan Ikan Kembung. Suka banget sama sambalnya, pedas. Pokoknya Maknyus!

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Cemara Kecil yang kecil dan sepi, setelah itu dilanjutkan ke Tanjong Gelam untuk istirahat sore sebelum balik ke penginapan. Turun dari kapal, teman saya langsung menyerbu warung setempat yang terdapat banyak gorengan, seperti pisang goreng, tempe, dan bakwan, selain itu ada snacks dan mie instan, minumannya ada teh dan kopi panas. Harganya hanya Rp 1.000 saja.

Setelah puas mengisi perut, kami lanjutkan foto2 bareng di pinggir pantai. Menjelang sore hari intensitas cahaya matahari berkurang, sehingga pas banget untuk di captured. Sayang, kami harus balik ke penginapan sebelum golden time sunset mateng karena takut airnya pasang kata mas guide. Gagal deh mau foto sunset di Kepulauan Karimunjawa untuk Portofolio. Tapi akan selalu ada hari esok.

Hari kedua di Karimunjawa, jam 8 kami sudah siap di darmaga untuk naik kapal keliling pulau. Hari pertama Trip ke pulau di bagian barat, nah di hari kedua ini kami Trip ke pulau bagian timur. Perjalanan pertama diawali ke penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar.

Kami semua nyemplung untuk berenang bersama hiu, kecuali 1 orang, yaitu Poter karena sedang menstruasi. Katanya bisa2 nanti jadi seperti cerita film ‘Jaws’. Selain hiu, terdapat ikan lain yang bentuknya buntet, ukurannya lebih kecil dari hiu, dan tampangnya serem banget, namanya ikan Pogek. 

Selesai snorkling, Mas guide pun memanggil kami semua untuk balik ke kapal dan berangkat snorkling lagi. Hari itu langitnya cerah sekali, sehingga menambah cantiknya Karimunjawa! Ternyata perjalanan memakan waktu cukup lama karena lokasinya di timur jauh, jadi perlu menyusuri sisi berlainan dari Homestay di bagian barat.

Setelah 40 menitan, sampailah kami di lautan dekat Pulau Tengah. Nah, karena pulaunya sudah lumayan ramai, mas guide sengaja memberhentikan kapal agak jauh dari pantai supaya kami bisa snorkling di tempat yang lebih sepi, good decision mas guide! Tapi kami semua disuruh berenang sampai dekat jembatan di pulau itu. Okay, lumayan!

Wow, terumbu karangnya indah sekali! Lebih indah dari yang kemarin dan jumlahnya banyak lagi. Si Poter asyik mencari ikan badut favoritnya sambil dibantu oleh mas guide, sedangkan saya berenang sendiri melihat indahnya terumbu karang sampai saya berenang agak jauh dari kelompok. Ketika kepala diangkat ke atas permukaan saya baru kaget, mana arusnya lumayan kencang.

Saat sedang asyik snorkling, kami langsung disuruh ke dermaga Pulau Tengah untuk istirahat dan makan siang. Menu makanannya seperti biasa ikan bakar sehingga butuh waktu untuk dibakar. Sambil nunggu si Poter gak sabar untuk nyebur lagi, mungkin karena dia tinggal di Bogor tidak ada pantai.

Panggilan makan siang pun datang, kami makan lesehan di atas tikar yang sudah disediakan oleh tour guide. Meski menunya sama seperti kemarin, tapi tetap maknyus! Setelah makan, kami foto bersama dan langsung naik kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kecil.

Selama snorkling di perairan dekat Pulau Kecil, ikan lebih banyak dari sebelumnya. Teman saya iseng kasih robekan roti yang disebar di permukaan laut. Alhasil, ikan pun berdatangan untuk memperebutkan makanan. Agus dan Poter mencoba berenang di dekat jembatan untuk mencari ikan yang unik, dan ternyata si Poter menemukan ikan yang katanya ada di dalam game Feeding Frenzy, ada yang berwarna biru kinclong, ungu kelam, dan hijau terang.

Selanjutnya, kami semua mencoba berenang sampai daratan, seperti apa daerah perbatasan antara pantai dengan laut. Hasilnya, beberapa puluh meter dari pantai dipenuhi terumbu karang, sedangkan pinggir pantai dasarnya pasir semua. Ternyata batas batasnya hanya beberapa meter dari tepi pantai. Akhirnya, setelah berenang ke tepian, kami tiba di pantai. Terus tiba-tiba Valent datang dan bilang kalau dia banyak liat Bulu Babi di tepi pantai! Untung pas tadi berenang saya gak liat, bisa gak pulang kalau begini ceritanya.

Pulau Kecil ini sepi dan tidak berpenghuni, orang jualan pun tidak ada, tapi kami tetap jalan2 sebentar dan menemukan 1 rumah kayu di pinggir pantai yang tidak dipakai. Rehat sebentar di balkon rumahnya dan foto bersama. Saya iseng untuk jalan sendirian mengelilingi pulau ini, lalu duduk diatas batang kayu yang sudah rebahan di bawah.

Sebenarnya masih ada 1 Trip lagi ke Pulau Gosong, berhubung lautnya lagi pasang akhirnya kami pulang lagi ke Pulau Karimunjawa. Perjalanan pulang rasanya lama sekali, angin sepoi-sepoi di atas kapal menemani kami.

Tips lagi, Kamu perlu menggunakan sunblock cream untuk tangan, kaki, badan, dan muka agar kulitnya tidak terbakar. Sunblock cream SPF (Sun Protection Factor) terdiri dari SPF 15 (blok 93% sinar UVB), SPF 30 (blok 97% sinar UVB), SPF 50 (blok 98% sinar UVB). Kesimpulannya, saran saya menggunakan SPF 30, selain dapat memberi perlindungan 97% dari sinar UVB harganya juga lebih terjangkau dan lebih banyak dijual di pasaran.

Tips terakhir, kamu perlu membawa kantung waterproofing, agar terhindar dari percikan air laut dan pasir yang dapat merusak kamera, serta dapat leluasa melakukan aktifitas di atas kapal dan snorkling. Jangan lupa membawa Tas kamera, Lensa sesuai kebutuhan, Tripod, Blower, dan Lap pembersih lensa.

Perjalanan Bogor-Jepara selama 13 jam, Bus berangkat jam 15.30, namun bus tidak langsung masuk tol karena pake acara jemput penumpang dulu di Kedung Halang, terus macet-macetan di Cibinong dan baru masuk tol di Cibubur. Di sepanjang jalan saya ngelawak dan bercanda bersama teman-teman, sempat terkena macet setelah keluar Tol Cikampek, Pantura, akhirnya supir bus lewat jalan tikus.

Saya memperhatikan cara membawa bus pak supir, gilak lihai sekali jalan-jalan kecil berliku dibawa kencang sama dia, dan tidak terasa ngebut. Padahal kalau kita lihat dengan seksama temponya cepat sekali, terbukti teman-teman saya tetap tertidur lelap dengan nyaman. Memang perjalanan malam seperti ini perlu dimanfaatkan untuk istirahat, mengingat esok beberapa hari ke depan aktivitasnya akan banyak menguras energi.

Matahari pagi sudah menampakkan dirinya. Saya terbangun di kawasan yang banyak jualan kayu ukiran di pinggir jalan. Sudah pasti ini di Jepara, kota yang terkenal akan hasil ukiran2 kayu jatinya. Sesampainya bus di Jepara, tepatnya Pom Bensin, kami harus menyambung lagi dengan naik angkot berwarna coklat ke Pelabuhan Kartini dengan biaya Rp 2.000.

Kami naik semua di angkot itu dan hasilnya penuh. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk cuci muka dan gosok gigi di toilet Pom Bensin biar tidak kucel. Jadwal Kapal Ferry menyeberang ke Karimunjawa yang kami mau ambil adalah jam 07.00 WIB.

Kami memilih Kapal Ferry KMP Muria karena paling irit, seharga Rp 28.500, maklum mahasiswa. Kapal ini dapat mengangkut orang, kendaraan, dan barang-barang logistik. Kondisi Kapal KMP Muria cukup baik, terdapat area duduk di ruang VIP dan ekonomi, serta deck di atas kapal.

Berhubung penuh banget kapalnya karena lagi musim liburan, kami memutuskan untuk duduk di deck atas kapal. Namun, jika kamu mau duduk di sana, perlu dipersiapkan payung atau penutup kepala karena pada siang hari akan panas sekali, serta perjalanannya cukup membuat matang kulit dan kepala. Total 6 jam perjalanan di tengah hari bolong.

Sekadar tips untuk traveler, kamu perlu mencari tahu jadwal keberangkatan Kapal KMP Muria Jepara-Karimunjawa agar waktu perjalanan efisien. Jangan lupa membeli bekal makanan & minuman sebelumnya. Bagi yang mabok seperti saya, harap membawa minyak angin dan minum antimo.

Trip kami menggunakan jasa tour paket Roemah Emak. Harga paket perorang untuk 4 hari 3 malam adalah sebesar Rp 400.000. Paket ini termasuk akomodasi 3 malam, makan 4x, tour keliling pulau 2 hari, dan alat snorkeking untuk 2 hari. Koordinator paket wisata ini namanya mas Alex. Sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya kami tiba di Karimunjawa, dan langsung disambut dengan papan bertuliskan 'Selamat Datang di Karimunjawa'.

Berhubung masih jetlag setelah 6 jam perjalanan, apalagi saya yang masih goyang-goyang kepalanya, kami memutuskan untuk istirahat. Sorenya para cowok nongkrong di Warkop setempat. Malamnya setelah makan, kami semua berkeliling Pelabuhan melihat kapal bersandar dan rumah penduduk lokal. Sebaiknya memang mengikuti paket tur karena lebih murah dan mudah, kita akan mengunjungi semua tempat2 menarik di sana, termasuk transportasi perahu keliling kepulauan, alat snorkling, paket makan, dan penginapan.

Keesokan paginya, kami sudah siap dan berada di Dermaga Kapal untuk Trip Kepulauan Karimunjawa. Tidak lupa sebelumnya kami menggunakan Body Lotion SPF 30 agar kulit tidak terbakar teriknya matahari. Kami semua sibuk memilih dan memasang Life Vest yang telah dibagikan oleh local guide, dan saya mengabadikan momen bersama itu sebelum perjalanan dimulai, Cheeers!

Let’s go snorkling! Kapal kayu berangkat dan tak lupa kami berdoa sebelumnya. Mengarungi Laut Jawa, anginnya cukup kencang dan bisa membuat saya makin mabuk. Tarik napas dalam-dalam dan saya pun menyiasatinya dengan duduk di bawah agar tidak terlalu kena terpaan angin.

Kapal mendekati kawasan terumbu karang tengah laut, dekat Pulau Menjangan Kecil yang terletak di barat daya Pulau Karimunjawa dimana terdapat terumbu karang yang besar sekali sehingga kami dapat berdiri di atasnya dan seolah-olah berdiri di atas laut. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya saya snorkling di laut, sehingga deg-degan juga rasanya.

Awalnya saya mencoba berenang tanpa FinS, tapi ternyata tidak bisa, saya pun naik ke kapal lagi dan pakai Fins. Teman-teman lainnya sudah masuk ke air. Wow, warna-warni terumbu karang, dan ikan2 kecil yang menari, saya lihat ikan badut/nemo dan bulu babi.

Mas guide sebelumnya sudah mengingatkan untuk tidak mendekat ke pinggir pantai karena banyak bulu babi, katanya kalo ketusuk ke anggota tubuh manusia nanti bekas tusukannya akan hancur di dalam tubuh dan beresiko kematian. Bulu babi bentuknya sama sekali tidak mirip babi, bentuknya justru seperti bola yang berduri dan berwarna hitam.

Masing-masing dari kita menyelam ke dasar laut secara bergantian biar bisa difoto under water. Tapi yang paling takut sih si Poter, takut mati di laut kayaknya dia. Setelah diskusi alot antara Poter dengan mas guide, terus disemangatin Role dan Cintya akhirnya dia menyelam juga dan malah jadi ketagihan.

Setelah selesai bersnorkling selama 1 jam, kami naik ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Galean. Tiba di sana kami langsung disambut oleh gradasi biru air lautnya yang jernih banget sampai dasar lautnya kelihatan pasir/ terumbu karang dan pasirnya putih lembut. Indah sekali pantainya masih alami dan belum banyak terjamah manusia.

Beberapa teman saya membeli kelapa yang langsung dikupas saat ingin diminum seharga Rp 7.000. Adit yang fotografer juga, sibuk motoin Role yang berpose bak model pantai, yang lain kecipak-kecipuk main air, saya fotoin candid saja.

Nah, begitulah hasil kenakalan dan kreativitas tanpa batas kami. Mas guide pun memanggil kami untuk makan siang (BBQ Lunch). Menu utamanya sudah pasti seafood, ikan bakar dan kawannya. Teman lahap sekali makannya, saya juga sih, tapi saya takut kalo banyak-banyak nanti mual, karena perjalanan keliling pulaunya masih panjang.

Tikar sudah digelar untuk makan dan sudah ada 12 nasi bungkus, 1 piring sambal ulekan, 12 air aqua gelas, telor dadar, tumis kacang panjang, dan kami langsung makan! Akhirnya ikan bakar dan kawannya pun datang dengan bahagia untuk dapat dimakan oleh kami, seperti Ikan Kerapu, Ikan Ekor Kuning, Ikan Bawal, dan Ikan Kembung. Suka banget sama sambalnya, pedas. Pokoknya Maknyus!

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Cemara Kecil yang kecil dan sepi, setelah itu dilanjutkan ke Tanjong Gelam untuk istirahat sore sebelum balik ke penginapan. Turun dari kapal, teman saya langsung menyerbu warung setempat yang terdapat banyak gorengan, seperti pisang goreng, tempe, dan bakwan, selain itu ada snacks dan mie instan, minumannya ada teh dan kopi panas. Harganya hanya Rp 1.000 saja.

Setelah puas mengisi perut, kami lanjutkan foto2 bareng di pinggir pantai. Menjelang sore hari intensitas cahaya matahari berkurang, sehingga pas banget untuk di captured. Sayang, kami harus balik ke penginapan sebelum golden time sunset mateng karena takut airnya pasang kata mas guide. Gagal deh mau foto sunset di Kepulauan Karimunjawa untuk Portofolio. Tapi akan selalu ada hari esok.

Hari kedua di Karimunjawa, jam 8 kami sudah siap di darmaga untuk naik kapal keliling pulau. Hari pertama Trip ke pulau di bagian barat, nah di hari kedua ini kami Trip ke pulau bagian timur. Perjalanan pertama diawali ke penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar.

Kami semua nyemplung untuk berenang bersama hiu, kecuali 1 orang, yaitu Poter karena sedang menstruasi. Katanya bisa2 nanti jadi seperti cerita film ‘Jaws’. Selain hiu, terdapat ikan lain yang bentuknya buntet, ukurannya lebih kecil dari hiu, dan tampangnya serem banget, namanya ikan Pogek. 

Selesai snorkling, Mas guide pun memanggil kami semua untuk balik ke kapal dan berangkat snorkling lagi. Hari itu langitnya cerah sekali, sehingga menambah cantiknya Karimunjawa! Ternyata perjalanan memakan waktu cukup lama karena lokasinya di timur jauh, jadi perlu menyusuri sisi berlainan dari Homestay di bagian barat.

Setelah 40 menitan, sampailah kami di lautan dekat Pulau Tengah. Nah, karena pulaunya sudah lumayan ramai, mas guide sengaja memberhentikan kapal agak jauh dari pantai supaya kami bisa snorkling di tempat yang lebih sepi, good decision mas guide! Tapi kami semua disuruh berenang sampai dekat jembatan di pulau itu. Okay, lumayan!

Wow, terumbu karangnya indah sekali! Lebih indah dari yang kemarin dan jumlahnya banyak lagi. Si Poter asyik mencari ikan badut favoritnya sambil dibantu oleh mas guide, sedangkan saya berenang sendiri melihat indahnya terumbu karang sampai saya berenang agak jauh dari kelompok. Ketika kepala diangkat ke atas permukaan saya baru kaget, mana arusnya lumayan kencang.

Saat sedang asyik snorkling, kami langsung disuruh ke dermaga Pulau Tengah untuk istirahat dan makan siang. Menu makanannya seperti biasa ikan bakar sehingga butuh waktu untuk dibakar. Sambil nunggu si Poter gak sabar untuk nyebur lagi, mungkin karena dia tinggal di Bogor tidak ada pantai.

Panggilan makan siang pun datang, kami makan lesehan di atas tikar yang sudah disediakan oleh tour guide. Meski menunya sama seperti kemarin, tapi tetap maknyus! Setelah makan, kami foto bersama dan langsung naik kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kecil.

Pulau Tanjong Gelam
Selama snorkling di perairan dekat Pulau Kecil, ikan lebih banyak dari sebelumnya. Teman saya iseng kasih robekan roti yang disebar di permukaan laut. Alhasil, ikan pun berdatangan untuk memperebutkan makanan. Agus dan Poter mencoba berenang di dekat jembatan untuk mencari ikan yang unik, dan ternyata si Poter menemukan ikan yang katanya ada di dalam game Feeding Frenzy, ada yang berwarna biru kinclong, ungu kelam, dan hijau terang.

Selanjutnya, kami semua mencoba berenang sampai daratan, seperti apa daerah perbatasan antara pantai dengan laut. Hasilnya, beberapa puluh meter dari pantai dipenuhi terumbu karang, sedangkan pinggir pantai dasarnya pasir semua. Ternyata batas batasnya hanya beberapa meter dari tepi pantai. Akhirnya, setelah berenang ke tepian, kami tiba di pantai. Terus tiba-tiba Valent datang dan bilang kalau dia banyak liat Bulu Babi di tepi pantai! Untung pas tadi berenang saya gak liat, bisa gak pulang kalau begini ceritanya.

Pulau Kecil ini sepi dan tidak berpenghuni, orang jualan pun tidak ada, tapi kami tetap jalan2 sebentar dan menemukan 1 rumah kayu di pinggir pantai yang tidak dipakai. Rehat sebentar di balkon rumahnya dan foto bersama. Saya iseng untuk jalan sendirian mengelilingi pulau ini, lalu duduk diatas batang kayu yang sudah rebahan di bawah.

Sebenarnya masih ada 1 Trip lagi ke Pulau Gosong, berhubung lautnya lagi pasang akhirnya kami pulang lagi ke Pulau Karimunjawa. Perjalanan pulang rasanya lama sekali, angin sepoi-sepoi di atas kapal menemani kami.

Tips lagi, Kamu perlu menggunakan sunblock cream untuk tangan, kaki, badan, dan muka agar kulitnya tidak terbakar. Sunblock cream SPF (Sun Protection Factor) terdiri dari SPF 15 (blok 93% sinar UVB), SPF 30 (blok 97% sinar UVB), SPF 50 (blok 98% sinar UVB). Kesimpulannya, saran saya menggunakan SPF 30, selain dapat memberi perlindungan 97% dari sinar UVB harganya juga lebih terjangkau dan lebih banyak dijual di pasaran.

Tips terakhir, kamu perlu membawa kantung waterproofing, agar terhindar dari percikan air laut dan pasir yang dapat merusak kamera, serta dapat leluasa melakukan aktifitas di atas kapal dan snorkling. Jangan lupa membawa Tas kamera, Lensa sesuai kebutuhan, Tripod, Blower, dan Lap pembersih lensa.

Ini Estimasi Biaya Operasional Mobil Setahun

Anda tengah memikirkan untuk membeli mobil tapi masih bingung dengan seberapa besar biaya operasionalnya?

Perhitungan dari Carmudi ini mungkin bisa membantu Anda dalam memprediksi biaya yang dihabiskan mobil dalam setahun ke depan. Estimasi biaya pengeluaran ini tentu perlu disesuaikan dengan jenis kendaraan dan gaya hidup sehari-hari setiap orang. 

Mari mulai menghitungnya:
1. Bensin
Perhitungan pertama dimulai dari bensin, jika mobil Anda menggunakan pertamax maka Anda harus mengeluarkan Rp 8.500 per liter.

Konsumsi pertamax untuk mobil di Indonesia umumnya memiliki perbandingan 1:11 yang artinya tiap satu liter pertamax dapat menempuh jarak 11 kilometer.

Misal, mobil Anda menempuh jarak 50 km per hari maka jumlah pertamax yang dibutuhkan adalah sekitar 4,54 liter atau Rp 38.363 per hari (dengan harga Rp 8.450 per liter). Atau bila dijumlahkan per tahun dengan asumsi 20 hari kerja per bulan maka uang yang harus Anda siapkan untuk konsumsi pertamax adalah Rp 9,27 juta. 
2. Uang Tol
Begitupun dengan uang tol, jika diasumsikan Anda menggunakan ruas tol dalam kota Rp 18.000 (pulang-pergi) per hari untuk pergi ke kantor, lalu kalikan dengan 240 hari kerja dalam setahun maka Anda harus siap mengeluarkan biaya tol sejumlah Rp 4,3 juta.
3. Biaya Perawatan Mobil
Selanjutnya adalah biaya perawatan mobil. Cukup sulit untuk menentukan kisaran biaya servis mobil tiap tahunnya karena kerusakan dan jenis perawatan setiap mobil berbeda-beda.

Kisaran biaya servis rutin mobil Anda seperti spooring, ganti oli ataupun balancing per tahun berada di Rp 2.000.000. 
Ini Estimasi Biaya Operasional Mobil Setahun
4. Biaya pajak STNK
Begitupun dengan biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan Anda per tahunnya, semakin mahal harga beli kendaraan Anda maka semakin tinggi pula biaya perpanjangan surat – suratnya. Estimasi biaya perpanjangan STNK per tahun adalah Rp 2.500.000.
Ini Estimasi Biaya Operasional Mobil Setahun
5. Parkir
Jika kantor Anda terletak di sebuah gedung perkantoran maka baiknya Anda menghitung pengeluaran untuk ongkos parkir mobil Anda. Jika Anda memarkir mobil Anda selama 8 jam sesuai panjangnya hari kerja dengan tarif parkir sebesar Rp 4.000 per jam. Maka dalam setahun Anda mengeluarkan biaya parkir sebesar Rp 7,7 juta. 
Ini Estimasi Biaya Operasional Mobil Setahun
6. Asuransi
Mobil Anda tentunya membutuhkan asuransi, biaya premi asuransi mobil berkisar di angka Rp 3,5 juta per tahun. Biaya-biaya di atas merupakan jumlah yang harus Anda keluarkan dalam setahun. 

7. Total Biaya
Jika diakumulasikan, pengeluaran untuk satu mobil Anda dalam setahun mencapai sekitar Rp 29,2 juta. Sekali lagi, estimasi biaya – biaya tersebut tergantung pada pemakaian dan jenis kendaraan Anda.

Perhitungan yang cermat membuat Anda dapat menghemat dan menyiasati pengeluaran kendaraan Anda di tahun ini. Contoh paling mudah adalah mengurangi frekuensi mengendarai mobil ke kantor.

Anda dapat sesekali menggunakan moda transportasi umum seperti kereta api atau bus kota. Jika Anda baru berencana untuk membeli mobil, ada baiknya tentukan jenis mobil yang sesungguhnya sesuai dengan kebutuhan Anda lalu perhitungkan biaya pengeluarannya kelak agar Anda tahu bagian apa saja yang bisa dihemat.

Pasang Inverter di Toyota Avanza


Memasang inverter DC to AC di mobil sebenarnya sah-sah saja dan bisa dilakukan. 

Di pasaran banyak produsen inverter yang menjual inverter khusus buat mobil. 

Namun untuk pemasangannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti cari produk yang menghasilkan power murni, kadang di kemasan tercantum 500 watt padahal nyatanya hanya 200 watt. 

Cari produk yang menyediakan proteksi ketika terjadi arus pendek, sehingga aman untuk aki. Kekuatan aki memang berpengaruh terhadap inverter.

Contoh aki 12 Volt 50A beban 300 watt bisa tahan 5 jam, aki 60A bisa tahan 6 jam. Nah yang harus diperhatikan kemampuan alternator ketika akan mengganti atau menaikkan daya aki. 



Ban Kedaluwarsa Membahayakan, Bacalah Kode Produksi Saat Membeli


Ban yang sudah kedaluwarsa menyimpan potensi bahaya yang besar saat digunakan, meski secara fisik penampilannya masih oke. Agar tak mendapatkan ban seperti itu, sebaiknya memahami kode ban saat membelinya. Apa saja?

"Memang tidak sedikit orang yang tidak memahami kode ban. Tentunya mereka rugi, sebab kalau mendapatkan ban yang telah kedaluwarsa bagaimana? Padahal ban seperti itu bisa membahayakan saat digunakan," 


 Ban yang telah tiga tahun disimpan di toko – terlebih jika suhu tempat penyimpanan kurang baik yakni terlalu panas – maka cenderung cepat kedaluwarsa. Meski secara fisik tampilannya masih bagus, namun tingkat kelenturannya berubah, karena kompon ban mengeras.

Jika hal itu terjadi, maka daya cengkeram atau traksi ban terhadap permukaan jalan akan berkurang atau bahkan minim. Akibatnya, ketika kendaraan direm, maka ban tak bisa mencengkeram permukaan lintasan. "Akibatnya bisa fatal bagi kendaraan maupun orang yang mengemudikan dan penumpangnya,

Agar hal itu tak terjadi, bapak dua anak ini menyarankan agar memahami dan mencermati kode yang tertera di dinding ban. Memang, tidak semua orang paham kode tersebut terlebih setiap produsen ban juga menggunakan pengkodean yang berbeda.

"Oleh karena itu sebaiknya bertanya ke petugas toko. Sekaligus menanyakan kapan ban itu mulai di-stok oleh toko, dan mengecek kodenya,

Secara umum, kode produksi ban dicetak di bagian samping atau dinding ban. Ada pabrikan yang menggunakan lima atau bahkan tujuh digit  untuk kode produksi tersebut.

Meski begitu, satu hal yang harus dipahami adalah, standar internasional menetapkan empat angka atau digit simbol dari belakang pada kode tersebut merupakan kode minggu dan tahun ban yang bersangkutan diproduksi.

"Misalnya, ada kode XXX1906, kita baca yang empat angka terakhir dari belakang yakni 1906. Angka 19 itu berarti ban tersebut dibuat pada minggu ke-19. Sedangkan angka 06 berarti ban dibuat pada tahun 2006,

Setelah memahami dan mengecek kode tersebut kemudian ingat-ingat, apakah ban baru yang akan Anda beli tersebut telah berusia tiga tahun lebih? Atau jauh kurang dari itu?

Ini Cara Sederhana Buat Tampilan Pelek Kembali Cerah

Ini Cara Sederhana Buat Tampilan Pelek Kembali Cerah
Tidak peduli kinclongnya bodi mobil Anda saat ini pasti tidak akan berarti, jika pelek Anda tampak kusam. Sehingga wajar jika Anda rela menghabiskan uang berlebih hanya untuk memiliki pelek yang keren.

Namun sebelum Anda mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebuah pelek. Ada cara sederhana agar tampilan pelek Anda menjadi kinclong, seperti dilansir popularmechanics dan chris Fix, Jumat (8/1/2015).

Memang untuk membuat pelek Anda makin kinclong, membutuhkan bantuan beberapa peralatan demi mewujudkannya. Sebut saja seperti cairan pembersih, alkohol 70 persen, kain halus, sikat kawat, cat dasar, cat pelapis dan cat utama.

Akan tetapi proses ini tidak akan terlalu banyak makan biaya, dan bisa langsung Anda aplikasikan di rumah. Intinya, bersihkan permukaan dengan sabun dan air, kalau perlu bagian yang berkarat dihilangkan dulu dengan ampelas halus.
Setelah bebas dari karat, bersihkan dengan carian alkohol kemudian dicat